KBRN, Pekanbaru : Provinsi Riau didorong menjadi etalase baru ekonomi di
kawasan ASEAN, dengan memanfaatkan letaknya yang strategis disejalankan
dengan konsep perdagangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apalagi
kawasan ASEAN berpotensi menjadi pusat perdangan dunia.
Dorongan
disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Badan Pengurus Daerah Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Provinsi Riau, Ahmi Septari, dalam
sebuah acara di Pekanbaru, Kamis (4/1/2018).
Menurutnya, Provinsi
Riau tepat berada di bibir negara ASEAN, sehingga konsep pengembangan
ekonomi wilayah sudah sepantasnya di gelorakan agar Indonesia eksis dan
terlibat langsung dalam pergaulan perdagangan internasional.
"Posisi
dan kondisi itu bisa penyebab Riau menjadi etalase negara, sehingga
Indonesia ikut bermain, hadir dan terlibat aktif dan tidak ketinggalan
dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya," urainya.
Dikatakan, dalam rangka konsep pengembangan ekonomi nasional maka
bandara sudah dikembangkan dan infrastruktur penunjang lainnya juga
harus dibangun oleh pemerintah, maka masyarakat dan pemerintah Indonesia
akan diuntungkan, sebab setidaknya akan menyerap tenaga kerja yang
cukup besar, mendorong investasi dan tentunya akan punya efek dalam
pengembangan ekonomi nasional, sehingga MEA mampu menjadi pintu bagi
Indoensia sebelum masuk ke ekonomi global.
"Hal yang penting lainnya adalah pemerintah daerah melahirkan regulasi
atau peraturan daerah yang akan menyokong konsep itu yaitu Perda yang
akan dilahirkan tidak menghambat investasi dengan ketentuan pengembangan
di Provinsi Riau bukan karena egoisme sektoral, tetapi pengembangan
kawasan demi kepentingan nasional," katanya mengingatkan. (TS)
Sumber : rri.co.id, Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar