Naik turunnya dua aktifitas perekonomian yaitu ekspor dan impor di Riau
menjadi indikator bagaimana skala pertumbuhan ekonomi masyarakat itu
sendiri.
Provinsi Riau dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya
secara keseluruhan tidak terlepas dari indeks nilai jual komoditi yang
ada di
Provinsi Riau, terutama dibidang Migas (industri pengolahan hasil
minyak, pengadaan gas, pertambangan) dan non-migas (lemak dan minyak
hewan atau nabati, berbagai produk kimia, dan bubur kayu) yang mulai
menunjukan peningkatan pada kegiatan ekspor.
Nilai ekspor Provinsi Riau mengalami peningkatan pada bulan Juli 2017
sebesar 14,79 persen jika dibandingkan dengan ekspor pada bulan Juni
2017.
Hal ini menunjukan bahwa adanya perubahan yang baik pada pertumbuhan
ekonomi Provinsi Riau terutama pada kegiatan ekspor yang akan
menyebabkan permintaan akan uang domestik naik dan nilai tukar rupiah
menguat sehingga mampu memperbaiki perekonomian masyarakat di Riau.
Lalu bagaimana dengan nilai Impor Provinsi Riau?
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau juga dipengaruhi oleh naik turunnya nilai impor yang terjadi.
Nilai impor di Riau juga mengalami peningkatan sebesar 40,97 persen pada bulan Juli 2017.
Hal ini tidak terlalu berpengaruh baik kepada masyarakat karena ketika
nilai impor mengalami peningkatan maka akan menyebabkan melemahnya mata
uang domestik dan juga melemahnya daya beli masyarakat akan
barang-barang dalam negeri.
Dalam kondisi yang seperti ini, pemerintah harus mampu memprioritaskan
satu hal yang mampu memberikan dampak yang baik terhadap pertumbuhan
ekonomi masyarakatnya.
Ataupun pemerintah diharapkan harus mampu mengimbangi antara ekspor dan
impor, sehingga tidak terjadinya kesenjangan dalam pertumbuhan ekonomi
itu sendiri.
Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, ketika nilai ekspor lebih tinggi
dibandingkan nilai impor maka pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat akan
dapat meningkat secara cepat dan baik, namun sebaliknya jika dimana
nilai impor yang jauh lebih besar dan mendominasi dibandingkan nilai
ekspor maka pertumbuhan ekonomi akan cenderung lambat dan tidak mampu
mengikuti dinamika lingkungan masyarakat modern.
Pertumbuhan ekonomi itu sendiri pun tidak memprioritaskan diri pada
ekspor dan impor saja tetapi juga pada sumber daya manusia, teknologi,
dan sektor-sektor lain yang mampu mendukung untuk perubahan ekonomi yang
lebih baik, sehingga dalam hal seperti ini pemerintah harus mampu
mengontrol dan mengatur setiap hal-hal tersebut. (*)
Sumber : Tribun Pekanbaru.com, Oktober 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar