[NEWS] Membumi di Tengah Kemajemukan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Khasanah Melayu  merupakan hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan dengan khasanah Melayu pula Indonesia, terutama Riau memiliki pijakan dalam menjaga kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Bupati Syamsuar memaparkan tentang bagaimana sinergitas antardaerah menjadi perekat kebhinnekaan, sehingga badai apapun yang datang tidak akan tercerai berai.
“Saya mencontohkan di Kabupaten Siak yang memiliki masyarakat heterogen dan majemuk, namun budaya kerja sama, gotong royong, saling menghargai benar-benar terpatri satu sama lain. Sehingga Siak merupakan salah satu kabupaten yang damai,” ungkapnya.
Dikatakan Ketua Umum  IKA USU Wilayah Riau drg H Burhanuddin Agung MM, kegiatan yang dituju pihaknya tidak hanya dialog semata, tapi sehari sebelumnya di Kabupaten Siak, IKA USU juga menggelar kegiatan pengabdian. Pengabdian ditaja tidak hanya menanam pohon di sekitar Istana Siak, tapi lebih jauh, pengabdian dilakukan dengan melakukan operasi bibir sumbing, serta pengobatan gratis bagi masyarakat.
“Dalam kesempatan itu, kami juga menghadirkan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda akan pentingnya cinta negara dan bela bangsa serta memberi tips bagaimana menjadi pemimpin yang hebat,” ungkap Burhanuddin sambil menambahkan IKA USU membumi di tengah kemajemukan.

Ada enam karakter untuk menjadi pemimpin hebat dibagikan Edy Rahmayadi dalam kesempatan itu, pertama, taat berdoa, dua, punya mimpi besar, tiga, rela berkorban, empat, pantang menyerah, lima, teladan bagi semua orang dan enam, memiliki kasih sayang.

“Penjabaran yang diberikan Pangkostrad, tentang kepemimpinan membuat peserta menjadi lebih semangat dan termotivasi untuk menjadi pemimpin hebat,” ungkapnya.(mng)
Sumber : Riaupos.co Januari 2018

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar