[NEWS] Proyek Pipa Tranmisi Gas Dumai-Duri Dimulai


Description: http://www.sanken.co.id/images/subkat/23062016072540-368DX.png 1 Desember 2017 00:17:00


IAUPEMBARUAN.COM - Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai sepanjang 67 Kilometer milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).



Proyek ini nantinya untuk memenuhi kebutuhan gas di Dumai di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur, Senin (13/11/17).

Turut hadiri dalam kegiatan ini, Kepala Dinas PUPR H Syahminan, Kepala Dinas Perhubungan Dumai Asnar, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hendri Sandra, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi, Forkompimda Dumai.

Groundbreaking yang dilaksanakan oleh PGN dan Pertaminas Gas (Pertagas) anak Perusahaan PT Pertamina itu sebagai langkah awal pembangunan proyek pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai sepanjang 67 kilometer.

Langkah ini diambil sebagai komitmen ketepatan waktu penyaluran gas ke penguna di wilayah Dumai, yang di jadwalkan selesai Oktober 2018 mendatang.

"Awal November PGN memulai pengerjaan proyek pipa transmisi gas bumi dari Duri ke Dumai sepanjang 67 Km. Target kami 1 Oktober 2018 gas bumi sudah mengalir ke pelanggan PGN di Dumai," kata Ibnu dalam sambutannya mewakili pihak PGN.

Lanjutnya, pembangunan pipa transmisi ini dilaksanakan karena proses pembebasan lahan sudah selesai, selain itu urusan perizinan pun sudah tidak ada masalah. Bahkan PGN sudah mengantongi seluruh izin yang diperlukan seperti izin prinsip dan lainnya.

Lanjutnya, Proyek pembangunan pipa gas transmisi Duri-Dumai merupakan kerja sama BUMN antara PGN dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas atau Pertagas.

Kerja sama ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 4975 K/12/MEM/2016. Pada Juni lalu, kedua BUMN ini telah menandatangani Head of Agreement (HoA).


“Dana pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan. Sesuai porsi kepemilikan, PGN akan mendapat porsi 40 persen pada proyek tersebut, sementara Pertamina mendapat 60 persen," terang Ibnu di hadapan wawako.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar