PEKANBARU (RIAUSKY.COM) -
Bank Indonesia (BI) Riau mengoreksi proyeksi ataupun target pertumbuhan
ekonomi Riau 2018 yang awalnya sebesar 2,43-3,43 persen jadi 2,75-3,25
persen.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Riau, Siti Astiyah baru-baru ini.
Terkait dengan itu semua, Ia menegaskan
kalau BI akan tetap fokus pada pada tugas-tugas sebagai bank sentral,
ada beberapa hal yang akan tetap menjadi fokus BI seperti menjaga
stabilitas ekonomi khususnya di Riau.
Selanjutnya juga terkait penerapan
transaksi non tunai, saat ini katanya penerapan transaksi non-tunai di
masyarakat masih rendah, makanya BI akan terus berupaya bagaimana agar
masyarakat makin terbiasa dengan transaksi non tunai.
"Lalu terkait UMKM, BI Riau juga akan
memberikan perhatian serius terhadap sektor ini, hal ini juga sejalan
nanti dengan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Riau," tambahnya.
Nah, satu lagi, Siti Astiyah menyebut,
tahun ini, BI akan memberikan perhatian lebih terhadap sektor perkebunan
kelapa, menurutnya, sudah seharusnya sektor ini mendapat perhatian yang
jauh lebih serius.
Ia melihat kalau perkebunan kelapa di Riau
punya potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, nanti hal ini akan
dibicarakan lebih lanjut seperti apa nantinya BI bisa berperan tentunya
bersama pemerintah daerah.
"Migas sudah menurun, kelapa sawit masih
bagus, nah kita perlu mendorong sektor lain untuk tumbuh, saya melihat
kelapa punya potensi," tegasnya.
Tak lupa ia juga mengapresiasi sektor
pariwisata yang kini mulai menggeliat di Riau. Ia pun mengingatkan agar
Pemda tetap fokus memberikan perhatiannya disamping terus menggali
sektor-sektor baru yang ada. (*)
Sumber : Riausky.com, 23 Januari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar