KBRN, Pekanbaru : Sat rapat tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS)
kelapa sawit di Provinsi Riau, Selasa (16/1/2018) di Dinas Tanaman
Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau yang diikuti
perusahaan kelapa sawit dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti
Rakyat (Aspekpir) Provisni Riau, terungkap bahwa langkah Malaysia
menangguhkan pajak ekspor Crude Palm Oil (CPO) berhasil membuat produk
CPO lebih kompetitif, karena berkurangnya beban ekspor akan membuat
harga CPO lebih baik, sehingga berhasil mendongkrak harga TBS kelapa
sawit untuk pekan ketiga bulan Januari 2018.
Dalam rapat dipimpin
oleh Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Mutu, Dinas
Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Dedi Yasmono
itu, juga disebutkan bahwa harga TBS terdongrak antara Rp 30 – Rp 55 per
kilo gram.
"Kenaikan harga juga disebabkan bahwa produk CPO
Indonesia selama bulan Januari yang tidak dikenai bea keluar,
dikarenakan harga CPO masih dibawah harga batas sebesar 70 US Dolar
metrik ton," katanya.
Menurutnya, disamping dipengaruhi naiknya hara
jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data, berarti
penjualan sangat baik, maka harga mengalami kenaikan 3,01 persen per Kg
dari harga pekan lalu.
Sementara itu Sofyan Harahap selaku
perwakilan Aspekpir Provinsi Riau menyebutkan harga referensi produk CPO
untuk penetapan BK pada periode Januari 2018 sebesar US$ 697,34 per MT
yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemdag) itu lebih rendah US$
45,6 atau 6,14 persen dari periode Desember 2017 yaitu sebesar US$
742,94 per MT, sangat mempengaruhi harga CPO dan kernel yang tentunya
mendongkrak harga TBS. (TS)
Sumber : rri.co.id, Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar