PEKANBARU (CAKAPLAH) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Perwakilan Riau, Yusri, mengatakan program peremajaan sawit oleh
pemerintah mampu mendorong perekonomian di Riau.
"Tentunya akan membawa dampak sangat positif. Karena sawit masih
menjadi sektor utama penggerak ekonomi di Riau, sebagian besar
masyarakat juga bekerja di sektor ini," ujar Yusri, Selasa (30/1/2018).
Yusri menyampaikan, program peremajaan sawit juga bakal menjadi
peluang bagi perbankan untuk mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan.
"Karena itu diperkirakan angka pertumbuhan kredit perbankan di
Provinsi Riau bakal tumbuh sampai dua digit, sekitar 10 hingga 12
persen," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah provinsi Riau akan melakukan peremajaan
(replanting) kelapa sawit milik masyarakat seluas 30 ribu hektar pada
tahun 2018 ini.
Adapun sumber dana pembiayaan program replanting ini berasal dari
dana cukai CPO yang selama ini lebih banyak dipakai untuk energi baru
terbarukan.
Secara nasional pemerintah pusat menargetkan program replanting sawit
seluas 185.000 hektare dan Riau mendapat alokasi 30.000 hektare.
Untuk tahap awal bakal dimulai pada Februari mendatang untuk kebun
sawit seluas 12.000 hektare sawit di Kabupaten Rokan Hulu, yang telah
mendapatkan rekomendasi teknis Ditjen Perkebunan Kementan.
Sumber : Cakaplah, 30 Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar