Senin, 22 Januari 2018 - 16:23 WIB
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sentimen positif ekonomi
Indonesia terus mencatatkan sejarah baru bagi indeks harga saham gabungan
(IHSG). Pada penutupan perdagangan sesi I Senin (22/1/2018), IHSG menembus
rekor baru di level 6.500. Sesi pertama tadi siang ditutup 6.506,5 poin atau
naik 0,24 persen dibandingkan penutupan Jumat lalu di level 6.490,89.
Menurut analisa dari Senior Analis Bina Artha Sekuritas, Reza Priambada, kenaikan IHSG ini tidak terlepas dari kenaikan harga komoditas yang memberi efek positif pada pergerakan indeks komposite. "Kenaikan komoditas memberikan sentimen positif terhadap harga saham-saham pertambangan," ujar Reza Senin (22/1/2018) siang.
Bukan itu saja, penghentian pemerintahan (shutdown) yang terjadi di Amerika Serikat sedikit banyak mempengaruhi pasar modal Indonesia. Menurutnya, shutdown AS menyebabkan dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah. "Sama seperti mata uang dunia lainnya, rupiah hari ini menguat dan itu mungkin salah satu berimbas ke pasar modal Indonesia," kata Reza.(nas)
Menurut analisa dari Senior Analis Bina Artha Sekuritas, Reza Priambada, kenaikan IHSG ini tidak terlepas dari kenaikan harga komoditas yang memberi efek positif pada pergerakan indeks komposite. "Kenaikan komoditas memberikan sentimen positif terhadap harga saham-saham pertambangan," ujar Reza Senin (22/1/2018) siang.
Bukan itu saja, penghentian pemerintahan (shutdown) yang terjadi di Amerika Serikat sedikit banyak mempengaruhi pasar modal Indonesia. Menurutnya, shutdown AS menyebabkan dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah. "Sama seperti mata uang dunia lainnya, rupiah hari ini menguat dan itu mungkin salah satu berimbas ke pasar modal Indonesia," kata Reza.(nas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar