[NEWS] Pemerintah Punya Alasan Naikkan Cukai Rokok Elektrik Tinggi-tinggi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah melalui Ditjen Bea Cukai Kementeria Keuangan mengambil kebijakan menaikkan cukai rokok elektrik dalam persentase tinggi yaitu 57 persen. Akibat langkah ini, muncul pro dan kontra di masyarakat. Ada yang menyebut langkah menaikkan sebagai cara pemerintah menutip kekurangan penerimaan cukai rokok biasa.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Direktorat Bea dan Cukai, Deni Surjantoro mengatakan, penerapan tarif cukai maksimum 57 persen ini sudah diatur dalam Undang-Undang (UU). Menurutnya, rokok elektrik yang dikenal dengan nama vape ini cukainya masuk ke dalam Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

"Sebelumnya, cukai vape yang digunakan adalah ekstrak tembakaunya saja. Untuk ekstrak lainnya seperti sayuran dan buah-buahan tidak. Mengenai alatnya pun tidak, jadi hanya ekstrak tembakaunya saja," katanya, Minggu (28/1/2018).

Deny pun menegaskan bahwa ekstrak tembakau yang dikenakan cukai bukanlah aturan ekstensifikasi. Namun, ini bagian dari aturan intensifikasi yang sudah diatur di UU dan masuk ke dalam HPTL. Menurutnya, penetapan cukai rokok elektrik dilakukan setelah melakukan study komprehensif, seperti melihat cukai produk tembakau yang saat ini telah mencapai 54 persen.

Yang lebih penting, kata Deny, penerapan tarif cukai maksimum 57 persen ini juga agar tidak terjangkau oleh anak-anak. Anak-anak diketahui sudah mulai mengkonsumsi rokok elektrik. "Ini bagian dari langkah pemerintah menjauhkan anak-anak dari rokok elektrik," tegasnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan, bila dilihat, pengguna vape adalah kalangan menengah ke atas. Pengguna rokok elektrik, hanya ada di perkotaan saja. "Pengguna vape kita lihat juga dan rata-rata kalangan menengah ke atas. Di daerah pesisir atau perkebunan kan tidak ada yang menggunakan vape. Hanya ada di perkotaan-perkotaan saja," tuturnya.

Deni juga membantah kebijakan cukai rokok elektrik untuk menutupi produksi rokok yang menurun. "Kita ingin rokok elektrik yang terjangkau untuk anak-anak," katanya.(sab) 
Sumber : Riaupos.co, Januari 2018


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar