Selasa, 2 Januari 2018 14:09
Reporter
: Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peranan
komoditas makanan terhadap garis kemiskinan September 2017 jauh lebih besar
dibandingkan bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).
Total masyarakat miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta atau 10,12 persen dari
jumlah penduduk.
Ketua BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan sumbangan
makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 73,35
persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar
73,31 persen.
Pada September 2017, komoditas makanan yang
memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di
pedesaan pada umumnya hampir sama. Beras memberi sumbangan sebesar 18,80 persen
di perkotaan dan 24,52 persen di pedesaan.
"Rokok kretek
filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK 9,98 persen di perkotaan
dan 10,70 persen di pedesaan," ujar Kecuk saat ditemui di Kantornya, Jakarta,
Selasa (2/1).
Selanjutnya, komoditi bukan makanan yang
menyumbang besar untuk garis kemiskinan baik di perkotaan dan pedesaan adalah
perumahan (di perkotaan 8,79 persen dan pedesaan 7,36 persen).
"Bensin di perkotaan 4,24 persen dan di
pedesaan 3,18 persen, juga listrik di perkotaan 3,84 persen dan di pedesaan
2,04 persen," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar