Hitung Ulang Tingkat Konsumsi Masyarakat
Share
(RIAUPOS.CO) - Saat ini tingkat konsumsi
masyarakat untuk penggunaan gas elpiji 3 kilogram atau bersubsidi, sudah
melebihi kuota jumlah penduduk pra sejahtera atau yang berhak
menerima. Hal tersebut mengacu pada data yang ada di Dinas Sosial saat
ini, khusus warga pra sejahtera
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal menghitung ulang tingkat konsumsi masyarakat untuk penggunaan gas elpiji 3 kilogram. Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah untuk penggunaan gas melon bagi rumah tangga pra sejahtera, hanya 3 tabung dalam sebulan. Artinya, kalau dikalikan dengan jumlah penduduk pra sejahtera, hasilnya hanya 10 persen dari jumlah kuota yang tersedia saat ini.
Informasi tersebut diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, Ahad (28/1). Jika ditambah dengan pengguna yang diizinkan seperti usaha mikro, maka alokasi sekarang selisihnya sangat fantastis. Namun demikian, Irba menyebut, untuk persoalan itu akan didudukkan terlebih dahulu bersama Dinas Sosial, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta para camat.
‘’Untuk mendapatkan angka pasti yang akurat menghindari terjadinya distribusi tidak tepat sasaran, kita akan segera rapatkan masalah ini. Kita hitung ulang berapa sebenarnya tingkat konsumsi warga untuk penggunaan gas melon,’’ kata Irba.
Ia juga menegaskan, hal ini untuk menghindari terjadinya distribusi tidak tepat sasaran. Karena sampai saat ini, subsidi pemerintah untuk gas melon masih menempati ranking tertinggi dibanding lainnya. ‘’Di antaranya bahan bakar minyak dan beras,’’ tegas Irba.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini masih menggunakan gas melon, tapi tidak termasuk kategori masyarakat yang berhak menerima, tidak perlu khawatir. Sebab kalau pemotongan alokasi gas melon dilakukan, mereka bisa menggunakan bright gas 5,5 kilogram yang pendistribusiannya sudah normal.
Dari hasil koordinasi bersama Pertamina dan Hiswana Migas, diketahui khusus untuk SPBE yang berada di Pasir Putih, sudah mulai normal dan siap beroperasi memasok keperluan masyarakat. Tak kalah penting, informasinya, jika sudah mendapat persetujuan pemerintah, Pertamina juga akan mengeluarkan produk terbaru bright gas ukuran 3 Kg non subsidi,’’ tegas Irba.(rnl)
Laporan Debsy Medya Septiani, Kota
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal menghitung ulang tingkat konsumsi masyarakat untuk penggunaan gas elpiji 3 kilogram. Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah untuk penggunaan gas melon bagi rumah tangga pra sejahtera, hanya 3 tabung dalam sebulan. Artinya, kalau dikalikan dengan jumlah penduduk pra sejahtera, hasilnya hanya 10 persen dari jumlah kuota yang tersedia saat ini.
Informasi tersebut diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, Ahad (28/1). Jika ditambah dengan pengguna yang diizinkan seperti usaha mikro, maka alokasi sekarang selisihnya sangat fantastis. Namun demikian, Irba menyebut, untuk persoalan itu akan didudukkan terlebih dahulu bersama Dinas Sosial, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta para camat.
‘’Untuk mendapatkan angka pasti yang akurat menghindari terjadinya distribusi tidak tepat sasaran, kita akan segera rapatkan masalah ini. Kita hitung ulang berapa sebenarnya tingkat konsumsi warga untuk penggunaan gas melon,’’ kata Irba.
Ia juga menegaskan, hal ini untuk menghindari terjadinya distribusi tidak tepat sasaran. Karena sampai saat ini, subsidi pemerintah untuk gas melon masih menempati ranking tertinggi dibanding lainnya. ‘’Di antaranya bahan bakar minyak dan beras,’’ tegas Irba.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini masih menggunakan gas melon, tapi tidak termasuk kategori masyarakat yang berhak menerima, tidak perlu khawatir. Sebab kalau pemotongan alokasi gas melon dilakukan, mereka bisa menggunakan bright gas 5,5 kilogram yang pendistribusiannya sudah normal.
Dari hasil koordinasi bersama Pertamina dan Hiswana Migas, diketahui khusus untuk SPBE yang berada di Pasir Putih, sudah mulai normal dan siap beroperasi memasok keperluan masyarakat. Tak kalah penting, informasinya, jika sudah mendapat persetujuan pemerintah, Pertamina juga akan mengeluarkan produk terbaru bright gas ukuran 3 Kg non subsidi,’’ tegas Irba.(rnl)
Laporan Debsy Medya Septiani, Kota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar