PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau
mencatat bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin menyumbang inflasi cukup
tinggi sepanjang Februari lalu. Yakni sebesar 0,02 persen.
Kepala BPS Riau, Aden Gultom mengatakan, inflasinya bensin membuat
kelompok transpor, komunikasi dan keuangan di Riau mengalamai inflasi
cukup tinggi yakni sebesar 0,03 persen.
"Inflasi bensin harus ditekan karena kelompok ini begitu berpengaruh
terhadap aktivitas masyarakat. Dengan kata lain, jika tidak mendapat
perhatian khusus, maka akan terdampak pada sektor lain," katanya, Sabtu,
3 Maret 2017.
Dia menambahkan selain itu, angkutan udara juga memberi andil
terhadap inflasi sebesar 0,01 persen dan beberapa komoditas lain
masing-masing menyumbang deflasi kurang dari 0,01 persen.
Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan pada bulan Februari
2018 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen atau terjadi kenaikan indeks
dari 125,91 pada Januari 2018 menjadi 126,16 pada
Februari 2018.
Tingkat
Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,33 persen dan Tingkat Inflasi Tahun ke
Tahun/Year on Year sebesar 1,41 persen.
Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini, dua sub kelompok
mengalami inflasi yaitu sub kelompok transpor sebesar 0,33 persen,
berikutnya sub kelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 0,03
persen. Satu sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok jasa keuangan
relatif stabil dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman mengalami
deflasi sebesar 0,02 persen. (bpc3)
Sumber : BERTUAHPOS.COM, Sabtu, 3 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar