PEKANBARU (CAKAPLAH) - Nilai ekspor Riau berdasarkan
harga Free On Board (FOB) pada bulan Januari 2018 mencapai US$ 1.39
miliar atau mengalami penurunan sebesar 3,48 persen dibanding ekspor
bulan Desember 2017 sebesar US$ 1.44 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik Riau Aden Gultom mengatakan
penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor non migas sebesar 7,95
persen, sedangkan ekspor migas naik sebesar 26,71 persen.
"Ekspor non migas dari US$ 1.25 miliar pada bulan Desember 2017 turun menjadi US$ 1.15 miliar pada bulan Januari 2018, sedangkan ekspor migas dari US$ 185.57 juta pada bulan Desember 2017 naik
menjadi US$ 235.13 juta pada bulan Januari 2018," ujar Aden.
Ia mengatakan selama Januari 2018, nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar 9,28 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya ekspor non migas sebesar 11,47 persen, meskipun ekspor migas naik sebesar 3,21 persen.
"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 45,01 persen, meskipun ekspor minyak mentah turun sebesar 0,41 persen," pungkasnya.
"Ekspor non migas dari US$ 1.25 miliar pada bulan Desember 2017 turun menjadi US$ 1.15 miliar pada bulan Januari 2018, sedangkan ekspor migas dari US$ 185.57 juta pada bulan Desember 2017 naik
menjadi US$ 235.13 juta pada bulan Januari 2018," ujar Aden.
Ia mengatakan selama Januari 2018, nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar 9,28 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya ekspor non migas sebesar 11,47 persen, meskipun ekspor migas naik sebesar 3,21 persen.
"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 45,01 persen, meskipun ekspor minyak mentah turun sebesar 0,41 persen," pungkasnya.
Sumber : Cakaplah, 6 Maret 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar