AKURAT.CO, PT Pertamina Persero sudah merilis daftar
harga Produk BBM terbaru dari daftar di website resmi Pertamina itu
hanya Premiun dan Solar yang belum naik. Pasalnya kedua BBM paling
diminati terutama di kalangan masyarakat bawah ini, seandainya ikut di
naikkan juga akan berpeluang menyumbang lebih besar inflasi.
Berdasarkan data harga BBM terbaru jenis Pertamax, Pertamax Turbo,
Pertamina Dex dan Dexlite. sudah mengalami kenaikan Pertamax naik dari
Rp8.600 menjadi Rp 8.900. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp9.600
menjadi Rp10.100. Pertamina Dex naik dari Rp9.250 per liter menjadi Rp
10.000. Sedangkan untuk Dexlite naik dari sebelumnya RP 7.500 menjadi Rp
8.100.
Kenaikan harga BBM tersebut di khawartirkan menimbulkan gejolak
inflasi, sehingga bisa berdampak pada semakin meningkatnya kemiskinan.
Pasalnya jika Inflasi benar-benrar mengalami kenaikan daya beli
masyarakat yang saat ini sudah sangat lemah akan semakin tergerus.
Penyebab pemerintah terpaksa menaikan BBM non Subsidi karena lonjakan
Indonesian Crude Price (ICP) yang mencapai angka USD 61,61 di bulan
Februari 2018. Menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai USD 70 Per
Barel.
Namun demikian Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Kementerian ESDM, Ego Syahrial berharap ICP bisa kembali mengalami
penurunan menyentuh angkat di bawah USD 55 per Barel sehingga bisa
menekan inflasi.
"Terkahir saya baru tandatangani USD 61, 61 turun dari Januari.
Mudah-mudahan sepanjang tahun ini mungkin bisa USD 55 sampai bulan Mei
ini. Itu perkiraan, kemungkinan melewati musim dingin ini, sudah turun
tapi kecil. Sekarang sudah melewati proses APBNP karena di awal kita USD
48 ya," ujar Ego saat ditemui di Jakarta, Kamis (1/3).
Menanggapi dampak inflasi dari kenaikan harga BBM. Ekonom dari The
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima
Yudhistira berharap Inflasi jangan sanpai melebih 3,5%.
Sebab menurut
dia seandainya inflasi melebihi perkiraan yang akan mengalami dampak
secara langsung adalah masyarakat paling bawah, sebab akan menambah
banyak angka kemiskinan yang sudah mencapai angka 10,12%.
"Kalau inflasi tinggi lebih dari 3,5% nanti efek ke daya beli dan kemiskinan," tambanya.
Bhima berharap pemerintah tidak ikut menaikkan BBM Jenis Premium dan
Solar. Kerena besar kemungkinan bisa menyumbang inflasi melibihi 3,5%.
Sebagai catatan kenaikan Premium sebesar 23,5% dan Solar sebesar 36,4%
di November 2014 diikuti oleh inflasi sebesar 3,96% di bulan
November-Desember 2014 yang lebih besar dari total inflasi 2017 sebesar
3,61%.[]
Sumber : EkonomiAkurat.com, 1 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar