08 Mar 2018, 12:15 WIB0
Api yang melalap lahan
gambut di Pekanbaru, Provinsi Riau, (1/2). Lokasi ini merupakan salah satu dari
73 titik api yang terdeteksi menyebabkan kabut asap di pulau Sumatera. (AFP
Photo/Wahyudi)
Liputan6.com,
Pekanbaru - Kebakaran hutan
dan lahan di Riau kian meluas. Pada dua bulan tahun ini, setidaknya ada 731
hektar lebih lahan terbakar. Kebakaran diduga disengaja untuk membuka lahan
baru, di mana sudah ada 200 lebih hektar disegel kepolisian.
Sejauh
ini baru tersangka perorangan yang ditangkap. Semuanya merupakan petani yang
membakar sekitar 2 sampai 3 hektare lahan, bahkan ada membakar 0,5 hektare
seperti di Kabupaten Rokan Hulu.
Sementara
dari pihak perusahaan yang lahannya juga terbakar hingga puluhan hektare, belum
ada penetapan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.
Misalnya PT National Sago Prima (NSP) di Kabulaten Kepulauan Meranti.
"Ada
sekitar 50 hektar lahan terbakar di sana, kasusnya masih penyelidikan,"
kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Guntur
Aryo Tejo SIK, pada akhir Februari lalu.
Guntur
menerangkan, sejak Karhutla terjadi di Riau pada tahun ini ada empat tersangka
ditahan. Dua di antaranya di Kabupaten Rokan Hulu, sisanya di Pelalawan dan
Kota Dumai.
Semuanya
tertangkap tangan karena berada di lokasi kebakaran dengan sejumlah barang
bukti berupa korek, mancis, bahan bakar minyak dan kayu yang dibakar.
"Motif
membakar untuk membuka pertanian, bisa untuk nanam cabe dan tanaman palawija
lainnya," ucap Guntur.
Terkait
perusahaan sendiri, penyelidikannya memang diakui tak mudah. Perlu penyelidikan
panjang, mulai dari pemeriksaan saksi hingga ahli di lapangan.
"Dan
pengakuan perusahaan PT NSP, kebakaran di lahannya karena rembesan api dari
lahan sebelah," ucap Guntur.
Di
Meranti sendiri, kebakaran terlihat seolah sengaja dibakar. Pasalnya di lokasi,
petugas menemukan adanya pondok yang ditinggal penghuni saat kebakaran terjadi.
"Pelakunya
diburu sembari petugas gabungan fokus mendinginkan lokasi yang baru
terbakar," ucap Guntur.
Sementara
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger menyebut hanya di
Kabupaten Kuantan Singingi yang tak terjadi kebakaran. Sementara 11 kabupaten
lainnya masih dilanda kebakaran.
Edwar
menerangkan, Kabupaten Kepulauan Meranti paling luas terbakar yaitu 230 hektar.
Selanjutnya Indragiri Hulu seluar 121,5 hektar, Kota Dumai seluas 109,25
hektar, Bengkalis seluas 100 hektar dan Siak 59,5 hektar.
"Paling
kecil Rokan Hulu 1 hektare, Kampar 15,25 hektare, Indragiri Hilir 24 hektare,
Rokan Hilir 26 hektare, Pekanbaru dan Pelalawan masing-masing seluas 31
hektare," kata Edwar.
Meski
sudah ratusan hektare terbakar, kondisi udara di sejumlah lokasi masih
dinyatakan baik. Asap belum mempengaruhi kualitas udara karena petugas selalu
bergerak cepat mengatasinya.
Di
Riau sendiri, dengan masuknya musim kemarau, ada beberapa wilayah yang sangat
mudah terbakar, yaitu Riau bagian barat, timur, tengah dan utara.
Swasta Turut Mencegah dan Memadamkan Kebakaran
Kebakaran lahan
terluas di Riau terjadi di Kabupaten Meranti. Satu-satunya kabupaten yang bebas
dari kebakaran adalah Kuantan Singingi. (Liputan6.com/M Syukur)
Kalangan swasta juga
terlibat dalam menghadapi ancaman potensi kebakaran. Pihak Asia Pulp &
Paper (APP) Sinar Mas menegaskan dukungannya dalam kesiapsiagaan menghadapi
musim kemarau tahun 2018.
Dukungan
ini antara lain dinyatakan dalam keterlibatan Apel Siaga yang diselenggarakan
oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang turut dihadiri unsur pemerintah
pusat serta daerah dan unsur masyarakat.
Pada
apel siaga yang diselenggarakan di halaman kantor Gubernur Riau, APP Sinar Mas
menegaskan kesiapsiagaannya dengan menampilkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK),
berbagai macam peralatan dan kendaraan pemadam.
Selain
itu situation room center sebagai pusat pendistribusian
informasi mengenai deteksi hotspot dan fire spot secara realtime di seluruh
lahan konsesi APP Sinar Mas dan mitra pemasoknya.
"Kami
siap dan mendukung penuh Pemprov Riau dalam menanggulangi dan mencegah bencana
kebakaran lahan dan hutan. Hal ini merupakan komitmen kami untuk bersama-sama
dalam pencegahan kebakaran hutan, dan sejalan dengan komitmen perlindungan
hutan kami yang tertuang dalam Forest Conservation Policy," ujar Direktur
Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, dalam
keterangannya.
Pelaksana
Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengapresiasi atas dukungan dan peran
serta swasta dalam upaya penanggulangan asap akibat kebakaran hutan dan lahan
(karhutla).
"Dulu
penanganan baru secara parsial, tapi sekarang bergabung swasta dan
pemerintah," kata Wan Thamrin usai memimpin apel siaga darurat karhutla di
halaman Kantor Gubernur.
Dalam
mendukung pencegahan dan penanganan karhutla di provinsi Riau, sebelum status
siaga karhutla di Riau ditetapkan pada 19 Februari 2018, unit forestry APP
Sinar Mas, PT Arara Abadi - Sinar Mas Forestry pada tanggal 8 Februari lalu
menurunkan tim darat 2 regu RPK dan tim udara heli waterbombing untuk membantu
pemerintah daerah Pelalawan pada kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat
Pulau Muda kecamatan Teluk Meranti Pelalawan.
Selain
Kabupaten Pelalawan, bersama dengan tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri serta
masyarakat setempat melalui Satgas Karhutla Riau, Sinar Mas Forestry Riau
bersama mitra pemasoknya juga membantu pemadaman karhutla di lima
kabupaten/kota lainnya, yakni Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten
Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai.
Pemadaman
dilakukan melalui tim darat (RPK) yang lengkap dengan peralatannya, serta
pemadaman oleh tim udara dengan mengerahkan tiga heli (dua jenis Superpuma
dengan kapasitas 5.000 liter air sekali bombing dan satu unit heli jenis Bell
412 dengan kapasitas 2.000 liter air). Hingga kini, sudah dilakukan 590 kali
bombing dengan total air yang telah dibombing sekitar 3 juta liter.
Selain
itu, untuk memantau hotspot dan firespot pihaknya mengoperasikan 28 unit
pesawat nirawak drone dan 12 unit CCTV 360 derajat termasuk CCTV infrared yang
bisa melihat kebakaran pada malam hari. Semua persiapan dan kesiapan serta
penanganan karhutla tadi terintegrasi dan dikontrol di Situation Room baik di
pusat (Jakarta) maupun di daerah.
Untuk
kesiapan pencegahan dan penanganan karhutla tahun 2018 di Riau, selain
mengoperasikan tiga heli waterbombing, Sinar Mas Forestry Riau juga menyiapkan
RPK dengan jumlah lebih dari 900 personel yang tersertifikasi Manggala Agni,
500 orang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), 41 menara pemantau api, 30 unit
Fire truck, 31 mobil patroli, 74 sepeda motor patroli, 27 mobil tangki, 5 unit
airboat yang beroperasi di air dan rawa, serta 614 mesin pemadam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar