Ini penghalang Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar keempat dunia

Merdeka.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo, meyakinkan bahwa perekonomian Indonesia terus bertumbuh. Bahkan, menurut dia, hasil survei PricewaterhouseCoopers (PwC) menyebut pada 2050 Indonesia akan dapat tampil menjadi negara keempat dengan kekuatan ekonomi terbesar.

"Tahun 2050 GDP kita diperkirakan USD 6,5 triliun. Nomor 4 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar. Setelah China, Amerika dan India," ungkapnya di Jakarta, Sabtu (10/3).

Sementara itu, mengutip hasil survei yang sama, Eko mengatakan bahwa pada 2030, Indonesia akan duduk sebagai negara ke sembilan dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dengan perkiraan GDP mencapai USD 3,5 triliun.

"Kalau kita mau kerja keras, kalau kita bisa mengurangi kesenjangan. Keadilan sosial terjaga, pertumbuhan ekonomi bisa kita jaga. Tahun 2030 GDP kita USD 3,5 triliun menempatkan Indonesia pada posisi negara dengan kekuatan ekonomi ke sembilan," kata dia.

Meskipun demikian, dia mengatakan untuk mencapai prestasi itu, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. "Kita masih punya kemiskinan 27 juta orang. Kita masih punya, 27 persen dari balita kita berpotensi stunting. Gini ratio kita 0,39. Kalau ini tidak dapat kita tangani bersama, kesenjangan ini tidak bisa kita tangani, maka cita Indonesia menjadi negara terkuat keempat mungkin tidak akan terwujud," ujar dia.

Menteri Eko memandang saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia baik. Indonesia, kata dia bahkan berhasil menjadi bagian dari 16 negara dengan GDP di atas USD 1 triliun. "GDP kita di atas USD 1 triliun dan di dunia hanya ada 16 negara dengan GDP di atas USD 1 triliun," tandas Menteri Eko.
Sumber : Merdeka.com, 10 Maret 2018

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar