JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan
mendorong pemerataan ekonomi di sektor pertanian. Melalui upaya-upaya
ini, kesejahteraan petani akan sangat menentukan dalam prospek ketahanan
pangan nasional.
“Pertanian dapat menjadi leading sector untuk memperkecil kesenjangan ekonomi dengan memperhatikan kesejahteraan petani yang menjadi penentu dalam ketahanan pangan. Dunia usaha akan terus mendorong pengembangan inovasi pola kemitraannya,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di Jakarta, Kamis (8/3).
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O Widjaja mengatakan, komitmen dunia usaha dalam pengembangan sektor pertanian telah dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-4 oleh Kadin pada 8-9 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).
Dia menjelaskan, pada penyelenggaraan JFSS pertama pada 28-31 Januari 2010 dan kali kedua pada 7-8 Februari 2012 lalu. Kadin telah menggagas program ‘’Feed Indonesian, Feed The Word’’ dengan fokus sasaran menuju swasembada yang kompetitif dan berkelanjutan serta mendorong produk-produk unggulan nasional menjadi primadona dunia. Kemudian, JFSS ke-3 dilaksanakan pada 12-14 Februari 2015 dengan mengusung tema ‘’Food Security = National Security, Pemberdayaan Petani, Petambak dan Nelayan melalui wadah Koperasi untuk mencapai Ketahanan Pangan’’.
Kali ini, kata Franky, JFSS ke-4 menyasar pada tema Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan melalui Kebijakan dan Kemitraan. Dia menyatakan kontinuitas penyelenggaraan program ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong iklim usaha di Indonesia terkait dengan upaya ketahanan pangan agar semakin kondusif.
“Produktivitas di sektor pangan harus ditingkatkan dari tahun ke tahun dan sektor pertanian yang banyak menyerap tenaga kerja harus selalu diupayakan kemajuan dan pengembangannya,” tuturnya.(hap/jpg)
“Pertanian dapat menjadi leading sector untuk memperkecil kesenjangan ekonomi dengan memperhatikan kesejahteraan petani yang menjadi penentu dalam ketahanan pangan. Dunia usaha akan terus mendorong pengembangan inovasi pola kemitraannya,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di Jakarta, Kamis (8/3).
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O Widjaja mengatakan, komitmen dunia usaha dalam pengembangan sektor pertanian telah dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-4 oleh Kadin pada 8-9 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).
Dia menjelaskan, pada penyelenggaraan JFSS pertama pada 28-31 Januari 2010 dan kali kedua pada 7-8 Februari 2012 lalu. Kadin telah menggagas program ‘’Feed Indonesian, Feed The Word’’ dengan fokus sasaran menuju swasembada yang kompetitif dan berkelanjutan serta mendorong produk-produk unggulan nasional menjadi primadona dunia. Kemudian, JFSS ke-3 dilaksanakan pada 12-14 Februari 2015 dengan mengusung tema ‘’Food Security = National Security, Pemberdayaan Petani, Petambak dan Nelayan melalui wadah Koperasi untuk mencapai Ketahanan Pangan’’.
Kali ini, kata Franky, JFSS ke-4 menyasar pada tema Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan melalui Kebijakan dan Kemitraan. Dia menyatakan kontinuitas penyelenggaraan program ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong iklim usaha di Indonesia terkait dengan upaya ketahanan pangan agar semakin kondusif.
“Produktivitas di sektor pangan harus ditingkatkan dari tahun ke tahun dan sektor pertanian yang banyak menyerap tenaga kerja harus selalu diupayakan kemajuan dan pengembangannya,” tuturnya.(hap/jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar