PEKANBARU (CAKAPLAH) - Naiknya harga minyak mentah
dunia tahun 2018 menjadi angin segar bagi provinsi Riau, yang notabenya
daerah penghasil minyak dan gas (Migas).
"Kalau minyak dunia naik tentu ini jadi angin segar bagi Dana Bagi
Hasil (DBH) Riau," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Riau, Syahrial Abdi, kepada CAKAPLAH.com, Ahad (4/3/2018).
Kabar menggembirakan itu, sebut Syahrial, tentunya produksi Migas
Riau dapat ditingkatkan dan dipertahankan, supaya lifting secara
otomatis akan terjadi kenaikan.
"Perhitungan DBH itu berdasarkan basicly lifting. Harapan kita kalau
produksi bisa dipertahankan dan ditingkatkan, harga naik, lifting pasti
akan terjadi kenaikan, instrumen perhitungan DBH pasti akan naik.
Sepanjang faktor-faktor pengurang yang menjadi komponen recovery tidak
ikut naik," terangnya.
Kalau faktor pengurang yang menjadi komponen recovery ikut mengalami
kenaikan, lanjut mantan Pj Bupati Kampar ini, maka akan berimplikasi
terhadap bagi hasil Migas.
"Tentu kita tidak berharap itu. Itu perkiraan kita kalau sampai
komponen recovery ikut naik," tukas mantan Kepala Dinas Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau ini.
Sumber : Cakaplah.com, 4 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar