Kamis, 1 Maret 2018 | 23:49:07
Laporan : Afriyanto S
st
PEKANBARU-
Dalam dialog publik yang ditaja anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik
Indonesia dapil Riau (DPD RI), Instiawaty Ayus SH bersama Wartawan Parlemen
Riau (WPR) guna mewujudkan kinerja konstitusional, Herdianto mengungkapkan,
bahwa dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Riau
melemah.
"Saya berbicara dari sisi pengalaman saat saya masih di DPRD Provinsi Riau. Saya menilai pengembangan ekonomi Riau, saya fikir kita harus melihat kondisi Riau dulu, "tuturnya.
Lanjut beliau menyampaikan, dalam sejarah ekonomi di Riau terburuk pada tahun 2015. "Terlihat tahun 2015, Pertumbuhan ekonomi terburuk sepanjang sejarah di Riau. Hanya mencapai 0,22 persen. Nah artinya, ketika kita berbicara secara nasional. Pertumbuhan ekonomi melambat dan meningkat kita ditahun 2016 secara klafikasi 2,23 persen. Masuk ditahun 2017 triwulan ketiga sudah menyenangkan mencapai 2,85 persen. Tetapi di akhir tahun 2017 menurun hingga 2,7 persen, "paparnya.
Masih dikatakannya dihadapan mahasiswa sekolah tinggi manajemen informatika dan komputer (STMIK). Bahwa pertumbuhan ekonomi tertinggal dari Provinsi Sumatera Barat.
"Untuk tahun 2018, jangankan untuk secara nasional, untuk sumatera saja kita melambat. Kita kalah dengan pertumbuhan ekonomi dari Sumatera Barat. Dulunya dengan sumber daya alam, pendapatan, APBD, yang dulunya di bawah kita. Sekarang malah meningkat. Jadi apa langkah Riau untuk mengembangkan ekonomi. Solusinya, untuk perumbuhan ekonomi meningkat agar pemerintah melibatkan semua elemen. Sebagaimana mewujudkan empat dimensi, Infrastruktur, Sumber Daya Alam,Sumber Daya Manusia dan Relugasi, "ungkapnya.
Dalam acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam di hotel Whiiz, turut juga sebagai narasumber Viator Butar Butar. Dan agenda acara tersebut diakhiri dengan penyerahan plakat. (aft)
"Saya berbicara dari sisi pengalaman saat saya masih di DPRD Provinsi Riau. Saya menilai pengembangan ekonomi Riau, saya fikir kita harus melihat kondisi Riau dulu, "tuturnya.
Lanjut beliau menyampaikan, dalam sejarah ekonomi di Riau terburuk pada tahun 2015. "Terlihat tahun 2015, Pertumbuhan ekonomi terburuk sepanjang sejarah di Riau. Hanya mencapai 0,22 persen. Nah artinya, ketika kita berbicara secara nasional. Pertumbuhan ekonomi melambat dan meningkat kita ditahun 2016 secara klafikasi 2,23 persen. Masuk ditahun 2017 triwulan ketiga sudah menyenangkan mencapai 2,85 persen. Tetapi di akhir tahun 2017 menurun hingga 2,7 persen, "paparnya.
Masih dikatakannya dihadapan mahasiswa sekolah tinggi manajemen informatika dan komputer (STMIK). Bahwa pertumbuhan ekonomi tertinggal dari Provinsi Sumatera Barat.
"Untuk tahun 2018, jangankan untuk secara nasional, untuk sumatera saja kita melambat. Kita kalah dengan pertumbuhan ekonomi dari Sumatera Barat. Dulunya dengan sumber daya alam, pendapatan, APBD, yang dulunya di bawah kita. Sekarang malah meningkat. Jadi apa langkah Riau untuk mengembangkan ekonomi. Solusinya, untuk perumbuhan ekonomi meningkat agar pemerintah melibatkan semua elemen. Sebagaimana mewujudkan empat dimensi, Infrastruktur, Sumber Daya Alam,Sumber Daya Manusia dan Relugasi, "ungkapnya.
Dalam acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam di hotel Whiiz, turut juga sebagai narasumber Viator Butar Butar. Dan agenda acara tersebut diakhiri dengan penyerahan plakat. (aft)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar