06 Mar 2018, 06:45 WIB
Ilustrasi Harga Emas
Turun
Liputan6.com, New York
- Harga emas dunia
melemah dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) yang melebihi imbas dari
ketidakpastian yang diciptakan hasil pemilihan umum di Italia dan ketakutan
terhadap terjadinya kemungkinan perang dagang global.
Melansir
laman Reuters, Selasa (6/3/2018), harga emas di pasar spot
turun 0,2 persen menjadi US$ 1,319.82 per ounce, setelah menyentuh level
tertinggi sejak 27 Februari di posisi US$ 1,327.86 per ounce.
Sementara
harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April turun US$
3,50, atau 0,3 persen menjadi US$ 1,319.90 per ounce.
"Apa
saja yang mungkin mendukung dolar, yakni ekspektasi kenaikan suku bunga telah
meningkat selama beberapa minggu terakhir ini," kata Daniel Ghali, Ahli
Strategi Komoditas TD Securities.
Pernyataan Gubernur
Fed Jerome Powell menunjukkan pandangan optimisnya tentang kondisi ekonomi
Amerika membuka pintu kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga
sebanyak empat kali.
Harga
emas yang kali ini dipengaruhi penguatan dolar, menunjukkan indeks dolar AS
yang mengukur greenback terhadap mata uang utama, naik 0,2
persen, setelah menyentuh posisi terendah dalam hampir seminggu sebelum sesi
ini.
Harga Komoditas Lain
Dorongan
terhadap harga emas juga berasal dari pengumuman Presiden AS Donald Trump
pekan lalu, jika negara ini akan memungut tarif impor lumayan besar pada
aluminium dan baja. Hal ini diikuti ancaman pembalasan dari Uni Eropa dan
Kanada.
Di
Italia yang sedang melangsungkan pemilihan umum, tampaknya tidak satupun dari
tiga kelompok utama akan bisa memerintah sendiri dan ada sedikit kemungkinan
pemerintahan dipegang arus utama pemerintahan moderat.
"Emas
didukung pembicaraan perang dagang. Apakah akan terjadi atau tidak akan
meningkatkan probabilitas kebijakan dari Fed yang jelas akan bullish untuk
emas," tambah Ghali.
Emas
sering dilihat sebagai alternatif investasi saat terjadinya ketidakpastian
geopolitik dan keuangan, bersama aset safe haven lainnya seperti yen Jepang dan
surat utang AS, sementara saham cenderung lebih
rendah.
Sementara
itu, harga perak turun 0,5 persen menjadi US$ 16,40 perons dari sebelumnya
menyentuh US$ 16,60, posisi tertinggi dalam satu minggu.
Harga
Platinum, turun 0,2 persen menjadi US$ 960,50 per ounce, sedangkan paladium
tergelincir 0,9 persen menjadi US$ 982,47.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar